STIKES YARSI BUKITTINGGI

Hukum Sedekah untuk Orang yang Telah Meninggal

Artikel ini saya publikasikan, karena Masih Adanya bantahan dari segelintir orang yang menyatakan jika seseorang sudah meninggal tidak akan ada lagi yang dapat menolongnya, termasuk Sedekah yang dihadiahkan Oleh Keluarganya, Yang akan diterima Oleh ALLAH  kecuali tiga perkara, sesuai dengan hadist Rasulullah S.A.W yang Berbunyi  :

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

Apabila seorang anak Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal,

  • Shadaqah jariyah,
  • Ilmu yang bermanfaat, atau
  • Anak shaleh yang mendoakannya

Lalu bagaimana Hukumnya Kendrui, dimana apa yang telah kita hidangkan pahalanya disedekahkan untuk almarhum..?

  • Hukumnya Bisa jatuh kepada haram dan bisa Juga Berpahala, Haram Hukumnya Jika menyusahkan dan menyediakan makanan dari harta yang diwariskan oleh Almarhum, karna harta itu berupa milik anak yatim.
  • Bisa berpahala dan Pahalanya Akan Sampai Kepada Almarhum,  Jika harta tersebut biayai oleh tetangga atau kelurga lain, dan sifatnya dapat menghibur Kelurga yang sudah meninggal  dari kesedihannya. dan juga untuk menguatkan hati kelurga yang sudah ditinggalkan oleh Almarhum, dimana si keluraga akan menyadari dalam hatinya,  ternyata masih banyak orang yang peduli yang bisa membantu. sehingga kesedihan kehilangan akan berkurang. Hal ini sangat baik , Krana dapat kita lihat Jika Acara kenduri ditiadakan,  banyak dari kalangan masyarakat yang tidak memperdulikan tetangganya atau saudaranya yang mendapat musibah. Itulah Tandanya rasa Ukhwah Sesama Islam Sudah Berkurang.

Persoalan sedekah memang tak akan habis bila dibahas. Mungkin ada pertanyaan yang masih mengganjal dibenak Saudara-saudara kita. Bolehkah kita meniatkan sedekah untuk keluarga yang sudah meninggal?  Bagaimana hukumnya sedekah kepada orang yang sudah meninggal?

Selain do’a terhadap keluarga yang sudah meningal dunia, persoalan yang sering menuai perbedaan pendapat di kalangan umat Islam adalah masalah bersedekah untuk (atas nama) mereka. Apakah sedekah semacam ini diperbolehkan, apakah pahalanya akan sampai?


Sedekah ini seringkali ditunaikan karena beberapa sebab. Salah satunya, misalnya ketika masih hidup seseorang mempunyai keinginan (‘azam) atau bahkan janji (nadzar) untuk menyedekahkan sesuatu tetapi ia belum melaksanakannya karena segera meninggal dunia, dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.


Sebab lainnya, seorang anak atau kerabatnya merasa mampu secara ekonomi dan ingin bersedekah atas nama orang yang sudah mati tersebut. Hal semacam itu pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW.
Persoalan ini pernah dibahas dalam Muktamar Pertama Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya pada 13 Rabi’uts Tsani 1345 H bertepatan dengan 21 Oktober 1926. Para ulama menganjurkan sedekah ini dengan berdasar pada hadits berikut ini.


عَنِ اْبنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُمِى تُوَفِيَتْ أَفَيَنْفَعُهَا أَنْ اَتَصَدَّقَ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَإِنَّ لِى مِحْزفًا اُشْهِدُكَ إَِنِى تَصَدَّقْتُ بِهِاعَنْهَا (رواه البخارى والترمذي وأبو داود والنسائى)

Sahabat Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa seseorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad SAW. Dia berkata; “Ibu saya meninggal, Apakah ada manfa’atnya apabila saya bersedekah untuk ibu saya?” Rasulullah menjawab, “Ya berguna bagi ibumu.” Orang itu berkata lagi, “Saya mempunyai sebuah kebun dan engkau Rasulullah aku jadikan saksi, bahwa aku telah menyedekahkan kebun itu untuk ibu saya.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Dawud dan Nasa’i)

Sedekah untuk keluarga yang meninggal itu juga dikuatkan dengan Hadits Rasulullah SAW dari Siti ‘Aisyah ra.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِ صلى الله عليه وسلم اِنَّ اُمِّى اُفْتُلِيَتْ (مَاتَتْ فُجْأَةً) وَأَرَا هَالَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا ؟ قَالَ : نَعَمْ. متفق عليه

“Dari Siti ‘Aisyah ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW: “Ibu saya mati mendadak, dan saya yakin seandainya dia bisa bicara, dia bersedekah, apakah ibu saya mendapat pahala, seandainya saya bersedekah untuk ibu saya? Rasulullah menjawab, “ya ada pahala bagi ibumu.”(HR Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, tidaklah usah khawatir bahwa niat bersedekah khusus untuk atau atas nama keluarga yang sudah meningal dunia itu tidak akan sampai kepada yang bersangkutan, sebab Rasulullah SAW sendiri telah menjawab demikian.

Comments  

 
0 #9 Sedakah 2014-11-07 21:40
SEDAKAH EMANG HARUS...

blog.kontraktor.me
Quote
 
 
0 #8 Gabriel 2014-10-24 10:08
My partner and I stumbled over here coming from a different page and thought I
should check things out. I like what I see so now i am following you.
Look forward to checking out your web page yet again.

My weblog :: Desert Plants
Quote
 
 
0 #7 zuzaki 2013-05-02 06:33
maaf, diluar konteks isi artikel... siapa penulis artikel ini? tidak ada inisial atau nama di akhir tulisan, sedangkan dia menggunakan kata ganti orang pertama "saya". padahal ini adalah halaman situs sebuah badan
Quote
 
 
+1 #6 toni 2013-04-05 15:13
apa ada hadits yang menyuruh kita mensedekahkan doa untuk orang lain yang meninggal selain orang tua kita sendiri ?
Quote
 
 
0 #5 toni 2013-04-05 15:11
memang tidak ada pertentangan kalau yang bersedekah itu anak dari simayit tapi bila orang lain maka akan muncul pertentangan
Quote
 
 
-2 #4 anank 2013-03-11 08:43
Maaf sy ganggu nih,,,sy mau tanya...klu sy memberi zakat kpd ank yatim dan musholah atas nama org tua sy,,yg sdh meninggal,,saya nya dpt pahala jg g yah???,,,,
Quote
 
 
0 #3 dwi s 2012-12-04 06:07
Alhamamdullilla h. terima kasih ilmunya
Quote
 
 
0 #2 mar nasir 2012-10-04 08:05
Apakah anak yatim tidak boleh bersedekah??????????
Quote
 
 
0 #1 Chary Momo 2012-06-18 05:45
terimaksih untuk ilmunya :)
Quote
 

Add comment